Headlines News :
Home » » Saling Mengasihi Di Dalam Keluarga Kristen (Khotbah 29 Juli 2012)

Saling Mengasihi Di Dalam Keluarga Kristen (Khotbah 29 Juli 2012)

SALING MENGASIHI DI DALAM KELUARGA KRISTEN (Yohanes 13:34-35; I Korintus 13:4-7) - “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” (Yohanes 13:34)

Bagi orang Kristen, hidup mengasihi adalah sebuah keharusan / sebuah perintah yang mau tidak mau harus dilakukan. Tidak perduli karakter kita pendiam, periang, tegas, bahkan keras sekalipun, tetap kita  harus punya kasih. Bila dalam hidup kita orang Kristen, sama sekali tidak ada kasih, maka sudah dapat dipastikan bahwa kita bukan orang Kristen, sekalipun KTPnya Kristen, identitasnya Kristen.

Di dalam Yohanes 13:35 Tuhan Yesus berkata : “ Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." Dengan kata lain, ayat ini berkata: kalau kamu tidak mengasihi, kamu bukan murid-Ku. 




Apa itu kasih, bagaimana seseorang dikatakan sudah hidup di dalam kasih ?

1.    Kasih itu sabar. 
Sikap sabar adalah sikap yang sangat efektif dalam penyelesaian berbagai persoalan. Sikap sabar bukanlah sikap lambat, tetapi sikap yang bijak, tahu kapan waktu yang tepat untuk berbicara, untuk menegur. Orang yang sabar tidak mudah terpicu oleh emosi. Mereka condong berpikiran jernih dalam penyelesaian setiap masalah. Orang yang sabar sesungguhnya adalah orang dapat mengasihi sesamanya, sekalipun sesamanya itu pernah mengecewakan dirinya.

2.    Kasih itu tidak mementingkan diri sendiri. 
Bila kita memperhatikan urutan prioritas dari ajaran kasih Tuhan Yesus, maka Tuhan Yesus ajarkan urutan demikian : Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Dari  ajaran Tuhan ini kita melihat, urutan pertama yang harus kita kasihi adalah Tuhan, urutan kedua adalah sesama kita. Baru ketiga adalah diri kita. Jadi di dalam kasih, orang lain harus kita prioritaskan, baru diri kita.

3.    Kasih itu tidak menyimpan kesalahan orang lain. 
Fakta menunjukkan bahwa otak kita memang lebih mudah merekam hal-hal yang bersifat negatif dari pada hal-hal yang bersifat positif. Hal positif yang dilakukan orang lain kepada kita seringkali kita lupakan tetapi sebaliknya hal-hal negatif sulit kita lupakan. Sedangkan Tuhan kita yang mahatahu semua kesalahan kita, di dalam kasihNya, Tuhan sengaja melupakan semua kesalahan kita. Maukah kita membuang semua kepahitan di hati kita ?

4.    Kasih itu menutupi segala sesuatu.
Ketika ada orang yang bersalah, maka kasih berusaha untuk menjaga nama baik orang yang bersalah itu. Kasih tidak mau mencemarkan nama baik orang lain, kasih tidak mau mempermalukan orang. Di dalam kasih ada teguran yang bersifat pribadi, teguran di bawah 4 mata. Orang yang bersalah, dirangkul kembali, diterima apa adanya dan dituntun dalam jalan yang benar. Itulah kasih sejati.


Minggu, 29 Juli 2012
Pdt. Djoni F.
Share this article :
 
Support : Copyright © 2013. GKT JEMBER - All Rights Reserved
Template Modify by GKT jember
Proudly powered by Free Coupons